nikmatnya memek ibu tiara
Cerita dewasa ini berkisah tentang legitnya ngentot memek tetanggaku, simak cerita serunya berikut ini – Namaku Iful..umur 29 taon, tinggi 168 paras badanku tegap, rambutku lurus dan ukuran vitalku biasa saja normal org Indonesia lah…panjangnya kira2 16 cm dan diameternya aku ggak pernah ukur…
Aku tinggal di rumah kost2 an istilahnya rumah berdempet2an neh…ada tetanggaku yg bernama >kisah asmara di toko buku< Ibu Tiara, berjilbab umurnya sekitar 33 taon, anaknya dah 3 boo…yang paling besar masih sekolah kelas 5 SD otomatis yg palg kecil umur 1,8 bln, sedangkan suaminya kerjanya di kontraktor (perusahaan) sebagai karyawan saja.
Setiap hari Ibu tiara ini wanita yang memakai jilbab panjang2 sampai ke lengan2nya boleh dikatakan aku melihatnya terlalu sempurna utk ukuran seorang wanita yag sdh berumah tangga dan tentunya aku sangatlah segan dan hormat padanya.
Suatu ketika suaminya sdh pergi ke kantor utk kerja dan aku sendiri masih di rumah rencananya agak siangan baru aku ke kantor…
“Iful…”ibu tiara memanggil dari sebelah…karena aku msh malas2 hari ini so aku tidur2an aja di t4 tidurku…”Iful…Iful….” Ibu minta tolong bisa..?? ujar Ibu Tiara dari luar..aku sbenarnya dah mendengar namun rasanya badanku lagi malas bangun …
karena mungkin aku yang di panggil tdk segera keluar, maka ibu tiara dng hati2 membuka pintu rumahku dan masuk pelan2 mencari aku…seketika itu juga aku pura2 tutup mataku..dia mencari2 aku dan akhirnya dia melihat aku tidur di kamar…
“ohh….” Ujarnya…spontan dia kaget…karena kebiasaan kalo aku tidur tidak pernah pake baju dan hny celana dalam saja…dan pagi itu kontolku sebnarnya lagi tegang…biasa penyakit di pagi hari…(heheheh)
seketika itu dia langsung balik melangkah dan menjauh dari kmarku….aku coba mengintip dengan sbelah mataku…oo dia sudah tidak ada “ujarku dalm hati…tapi kira2 tak lama kemudian dia balik lagi dan mengendap2 mengintip kamarku…smbl tersenyum penuh arti…cukup lama dia perhatikan aku dan stlh itu ibu tiara lngsung balik ke rmhnya.
Besok pagi stlah semuanya tlah tidak ada di rumhnya ibu tiara, tinggal anaknya yg plg kecil dah tidur aku …sayup2 aku dengar di smpg rmhku yg ada di belkang, spertinya ada yg mencuci pakaian…aku intip di blkang…Ohh ibu tiara sdng mencuci pakaian…namun dia hny memakai daster terusan panjang dan jilbab …krn dasternya yg panjang, maka dasternya basah sampai ke paha…saat aku sdg intip..ibu tiara lgsg berdiri dan mengangkat dasternya serta merta mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalian…otomatis…saat itu aku melihat ooooohhh….memeknya yg merah dan pahanya yg putih di tumbuhi bulu2 halus…aku langsung berputar otak2 ku ingin rasanya mencicipi memek yg indah dari ibu tiara yg berjilbab ini…
“Maaf ibu tiara…kemarin ibu ada perlu saya “ tanyaku ..mengagetkan ibu tiara dan semerta2 dia lngsung merapikan dasternya tersingkap smpai ke paha…
Iya nih mas Iful..Ibu kemarin mo minta tolong pasangin lampu di kmar mandi “katanya.
Kalo gitu sekarang aja bu…soalnya sbentar lagi saya mo kerja “sambil mataku melihat dasternya…membayangkan apa yang didalamnya.
Oh iya ..lewat sini saja…Ujarnya..karena memang tipe rmh kost yg aku tempati di belkangnya Cuma di palang kayu dan seng otomatis kegiatan tetangga2 kelihatan di belakang.
Aku lngsung membuka kayu dan sengnya dan masuk ke dalam dan ibu tiara membawaku di depan…aku mengikuti di belakang…oohhh…seandainya aku bisa merasakan ngentot memek dan pantat ini sekarang” gumamku dlm hati.
“ini lampunya dan kursinya…hati2 yah jng sampe ribut soalnya anaku lg tidur”kata Ibu Tiara..
Aku lngsung memasang dan ibu tiara melanjutkan mencuci nya, setelah selesai aku lngsg blng “ibu sdh selesai “kataku… kemudian ibu tiara lngsung berdiri..tapi saat itu dia terpeleset ke arahku…seketika itu aku menangkapnya..ups…oh tanganku mengenai dadanya yg montok dan tanganku satu lagi mengenai lngsung pantatnya yg tidak pake celana dalam dan hny ditutupi daster saja…”maaf Dik Iful…agak licin lantainya”ujarnya tersipu-sipu..Iful tunggu yah ibu bikinin Teh “ujarnya lagi…Dia ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya scr pelan2..saat teh lagi di putar di dlm gelas..langsung aku memeluknya dr blkng…
Iful…apaan2 neh…sentak Ibu Tiara…maaf bu…saya melihat ibu sangatlah cantik dan seksi.saya mau ngentot.”ujarku…Jangan Iful…aku dah punya suami ..”tapi ttp ibu tiara tdk melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanya…Iful…jangaann.. langsung aku menciumi dari belakang menyikapi jilbabnya…sluurrp…oh..betapa putihnya leher ibu tiara ‘ujarku dlm hati…okhh…iful…hmmm…ibu tiara menggeliat..langsung dia membalik badannya menghadapku..Iful…aku udah bers…saat dia mo ucapin sesuatu..langsung aku cium bibirnya…mmmprh…tak lama dia lngsung meresponku dan lngsung memeluk leherku .mmmmhprpp….bunyi mulutnya dan aku beradu…aku singkapi jilbabnya sedikit saja…sambil tanganku mencoba menggerayangi dadanya…aku melihat dasternya memakai kancing 2 saja diatas dadanya…aku membukanya..dan tersembullah buah dadanya yg putih mulusss…slurp…kujilat dan isap pentilnya…ngentot yuk.
Iful….ooohhh….ufhhh….”lirihnya …slurrpp….slurp..saa t aku jilat…sepertinya msh ada sedikit air susunya…hmmmm…tambah nikmatnya..slurp..slurp…ngentot
Sambil menjilat dan menyedot susunya..aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternya…tapi tanganku tetap menarik dasternya keatas…karena dari tadi dia tidk pake celana dalam…maka dengan gampang itilnya ku usap-usap dengan tanganku…Ohhh…oh…sssshhhh…guma m ibu tiara..kepalaku ku dekatkan ke memeknya dan kakinya kurenggangkan…sluruupp….pelan2 kujilati itil dan memeknya…oh iful…eennakkh…oghu…mmmpphhff…t eriaknya pelan…kulihat kepalanya telah goyang ke kanan dan kekiri…pelan2 sambil lidahku bermain di memeknya …kubuka celana pendekku dan terpampanglah kontolku yang telah tegang …namun ibu tiara masih tidak menyadari akan hal itu…pelan2 ku mengangkat dasternya…namun tidak sampai terbuka semuanya..hanya sampai di perutnya saja…dan mulutku mulai beradu dengan bibirnya yang ranum…mmmppghh…iful…aku…”ujar ibu tiara..kuhisap dalam-dalam lidahnya…slurp…caup…oh ibu sungguh indah bibirmu, memekmu dan semuanya…lirihku..
Sambil menjilat seluruh rongga mulutnya …kubawa ia ke atas meja makannya dan kusandarkan ibu tiara di pinggiran meja…tanganku ku mainkan kembali ke itil dan sekitaran memeknya…ahhh…ufh…oh…Ifulll….i bu udah nggak kuaatttttt…mau ngentot ,lirih Ibu tiara.
Pelan2 ku pegang kontolku ngentot…ku arahkan ke memeknya yang sudah basah dan licin….dan bleeesssssssssshh….ohhhhh nikmat ngentot…ufgh hh….Ifulll….Teriak Ibu tiara…sleepep…slepp…. Kontolku ku diamkan sebentar ngentot memek….Ibu Tiara sepontan melihat ke wajahku..dan langsung ia menunduk lagi…kududukkan di atas meja makan dan kuangkat kakinya…mulailah aku memompanya..ngentot slep…slep..selp…be lssss…ngentot.oh memeknya ibu sangat enak di entot….Iful…kontolmu juga sangat besar….rupanya ibu tiara udah tidak memikirkan lagi norma2..yang ada hanya lah nafsu birahinya yang harus dituntaskan ngentot….berulang-ulang ku pompa memeknya dengan kontolku….oohh..akhh…Ifull….ku balikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran meja…ku tusuk memeknya dari belakang bleesssssssss… Ohhhhh….teriak Ibu Tiara…kuhujam sekeras-kerasnya kontolku…tanganku remas2 dadanya ….aku liat dari belakang sangat bagus gaya ibu tiara nungging ini, tanpa melepas daster dan jilbabnya..kutusuk terus …sleeeepp….sleeps ngentot memek nikmat
Hingga kurang lebih setengah jam ibu tiara bilang…Iful….ibu udah nggak tahan…..sabar bu bentar lagi saya juga……Ujarku…Oh…ohhhh…ufmpghhh …Iful…ibu mau keluarrrr…achhhh……semakin kencang dan terasa memeknya menjepit kontolku dan oohhhhh…ku rasakan ada semacam cairan panas yang menyirami kontolku di dalam memeknya….semakin kupercepat gerakan menusukku…slep….slurp…bleeppp… . oh Ibu aku juga dah mo sampai neh…..cepat Iful…ibu bantu….oho….uhhhhh….ibu tiara menggoyangnya lagi…dan akhirnya Ibu….aku mo keluararrrrr…..sama2 yang Iful….ibu juga mo keluar lagi…teriaknya…dan….Ohhh…ngentot ack….ngentot .ahhhhh..aku dan ibu tiara sama –sama keluar…kumuncratkan sperma hangatku dalam memek ibu tiara.dan sejenak kulihat di memeknya terlihat becek dan banjir…
Setelah ngentot ,hening sejenak…ku cabut kontolku dan kupakai celana pendek setelah itu ibu tiara merapikan Daster dan jilbabnya…langsung aku minta maaf kepadanya…
Bu..mohon maaf ..Iful khilaf.’kataku.
Tidak apa2 kok iFul…ibu juga yang salah…yang menggoda Iful “ujarnya…
Aku langsung pamitan kembali ke rumahku sebelah dan mandi siap2 kerja…setelah mandi kulihat ibu tiara sedang menjemur pakaian…tapi jelas didalam daster ibu tiara tidak memakai celana dalam karena terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai mendekati jam 10 pagi..
Sebelum aku pergi ku sempatkan pamitan ke ibu tiara dan dia tersenyum …tidak tau apakah ada artinya atau tidak.
Sejak kejadian itu, aku sering menyelinap masuk ke kamar Ibu Tiara untuk meminta jatah ngentot yang jelas tanpa sepengetahuan suaminya.
Aku tinggal di rumah kost2 an istilahnya rumah berdempet2an neh…ada tetanggaku yg bernama >kisah asmara di toko buku< Ibu Tiara, berjilbab umurnya sekitar 33 taon, anaknya dah 3 boo…yang paling besar masih sekolah kelas 5 SD otomatis yg palg kecil umur 1,8 bln, sedangkan suaminya kerjanya di kontraktor (perusahaan) sebagai karyawan saja.
Setiap hari Ibu tiara ini wanita yang memakai jilbab panjang2 sampai ke lengan2nya boleh dikatakan aku melihatnya terlalu sempurna utk ukuran seorang wanita yag sdh berumah tangga dan tentunya aku sangatlah segan dan hormat padanya.
Suatu ketika suaminya sdh pergi ke kantor utk kerja dan aku sendiri masih di rumah rencananya agak siangan baru aku ke kantor…
“Iful…”ibu tiara memanggil dari sebelah…karena aku msh malas2 hari ini so aku tidur2an aja di t4 tidurku…”Iful…Iful….” Ibu minta tolong bisa..?? ujar Ibu Tiara dari luar..aku sbenarnya dah mendengar namun rasanya badanku lagi malas bangun …
karena mungkin aku yang di panggil tdk segera keluar, maka ibu tiara dng hati2 membuka pintu rumahku dan masuk pelan2 mencari aku…seketika itu juga aku pura2 tutup mataku..dia mencari2 aku dan akhirnya dia melihat aku tidur di kamar…
“ohh….” Ujarnya…spontan dia kaget…karena kebiasaan kalo aku tidur tidak pernah pake baju dan hny celana dalam saja…dan pagi itu kontolku sebnarnya lagi tegang…biasa penyakit di pagi hari…(heheheh)
seketika itu dia langsung balik melangkah dan menjauh dari kmarku….aku coba mengintip dengan sbelah mataku…oo dia sudah tidak ada “ujarku dalm hati…tapi kira2 tak lama kemudian dia balik lagi dan mengendap2 mengintip kamarku…smbl tersenyum penuh arti…cukup lama dia perhatikan aku dan stlh itu ibu tiara lngsung balik ke rmhnya.
Besok pagi stlah semuanya tlah tidak ada di rumhnya ibu tiara, tinggal anaknya yg plg kecil dah tidur aku …sayup2 aku dengar di smpg rmhku yg ada di belkang, spertinya ada yg mencuci pakaian…aku intip di blkang…Ohh ibu tiara sdng mencuci pakaian…namun dia hny memakai daster terusan panjang dan jilbab …krn dasternya yg panjang, maka dasternya basah sampai ke paha…saat aku sdg intip..ibu tiara lgsg berdiri dan mengangkat dasternya serta merta mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalian…otomatis…saat itu aku melihat ooooohhh….memeknya yg merah dan pahanya yg putih di tumbuhi bulu2 halus…aku langsung berputar otak2 ku ingin rasanya mencicipi memek yg indah dari ibu tiara yg berjilbab ini…
“Maaf ibu tiara…kemarin ibu ada perlu saya “ tanyaku ..mengagetkan ibu tiara dan semerta2 dia lngsung merapikan dasternya tersingkap smpai ke paha…
Iya nih mas Iful..Ibu kemarin mo minta tolong pasangin lampu di kmar mandi “katanya.
Kalo gitu sekarang aja bu…soalnya sbentar lagi saya mo kerja “sambil mataku melihat dasternya…membayangkan apa yang didalamnya.
Oh iya ..lewat sini saja…Ujarnya..karena memang tipe rmh kost yg aku tempati di belkangnya Cuma di palang kayu dan seng otomatis kegiatan tetangga2 kelihatan di belakang.
Aku lngsung membuka kayu dan sengnya dan masuk ke dalam dan ibu tiara membawaku di depan…aku mengikuti di belakang…oohhh…seandainya aku bisa merasakan ngentot memek dan pantat ini sekarang” gumamku dlm hati.
“ini lampunya dan kursinya…hati2 yah jng sampe ribut soalnya anaku lg tidur”kata Ibu Tiara..
Aku lngsung memasang dan ibu tiara melanjutkan mencuci nya, setelah selesai aku lngsg blng “ibu sdh selesai “kataku… kemudian ibu tiara lngsung berdiri..tapi saat itu dia terpeleset ke arahku…seketika itu aku menangkapnya..ups…oh tanganku mengenai dadanya yg montok dan tanganku satu lagi mengenai lngsung pantatnya yg tidak pake celana dalam dan hny ditutupi daster saja…”maaf Dik Iful…agak licin lantainya”ujarnya tersipu-sipu..Iful tunggu yah ibu bikinin Teh “ujarnya lagi…Dia ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya scr pelan2..saat teh lagi di putar di dlm gelas..langsung aku memeluknya dr blkng…
Iful…apaan2 neh…sentak Ibu Tiara…maaf bu…saya melihat ibu sangatlah cantik dan seksi.saya mau ngentot.”ujarku…Jangan Iful…aku dah punya suami ..”tapi ttp ibu tiara tdk melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanya…Iful…jangaann.. langsung aku menciumi dari belakang menyikapi jilbabnya…sluurrp…oh..betapa putihnya leher ibu tiara ‘ujarku dlm hati…okhh…iful…hmmm…ibu tiara menggeliat..langsung dia membalik badannya menghadapku..Iful…aku udah bers…saat dia mo ucapin sesuatu..langsung aku cium bibirnya…mmmprh…tak lama dia lngsung meresponku dan lngsung memeluk leherku .mmmmhprpp….bunyi mulutnya dan aku beradu…aku singkapi jilbabnya sedikit saja…sambil tanganku mencoba menggerayangi dadanya…aku melihat dasternya memakai kancing 2 saja diatas dadanya…aku membukanya..dan tersembullah buah dadanya yg putih mulusss…slurp…kujilat dan isap pentilnya…ngentot yuk.
Iful….ooohhh….ufhhh….”lirihnya …slurrpp….slurp..saa t aku jilat…sepertinya msh ada sedikit air susunya…hmmmm…tambah nikmatnya..slurp..slurp…ngentot
Sambil menjilat dan menyedot susunya..aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternya…tapi tanganku tetap menarik dasternya keatas…karena dari tadi dia tidk pake celana dalam…maka dengan gampang itilnya ku usap-usap dengan tanganku…Ohhh…oh…sssshhhh…guma m ibu tiara..kepalaku ku dekatkan ke memeknya dan kakinya kurenggangkan…sluruupp….pelan2 kujilati itil dan memeknya…oh iful…eennakkh…oghu…mmmpphhff…t eriaknya pelan…kulihat kepalanya telah goyang ke kanan dan kekiri…pelan2 sambil lidahku bermain di memeknya …kubuka celana pendekku dan terpampanglah kontolku yang telah tegang …namun ibu tiara masih tidak menyadari akan hal itu…pelan2 ku mengangkat dasternya…namun tidak sampai terbuka semuanya..hanya sampai di perutnya saja…dan mulutku mulai beradu dengan bibirnya yang ranum…mmmppghh…iful…aku…”ujar ibu tiara..kuhisap dalam-dalam lidahnya…slurp…caup…oh ibu sungguh indah bibirmu, memekmu dan semuanya…lirihku..
Sambil menjilat seluruh rongga mulutnya …kubawa ia ke atas meja makannya dan kusandarkan ibu tiara di pinggiran meja…tanganku ku mainkan kembali ke itil dan sekitaran memeknya…ahhh…ufh…oh…Ifulll….i bu udah nggak kuaatttttt…mau ngentot ,lirih Ibu tiara.
Pelan2 ku pegang kontolku ngentot…ku arahkan ke memeknya yang sudah basah dan licin….dan bleeesssssssssshh….ohhhhh nikmat ngentot…ufgh hh….Ifulll….Teriak Ibu tiara…sleepep…slepp…. Kontolku ku diamkan sebentar ngentot memek….Ibu Tiara sepontan melihat ke wajahku..dan langsung ia menunduk lagi…kududukkan di atas meja makan dan kuangkat kakinya…mulailah aku memompanya..ngentot slep…slep..selp…be lssss…ngentot.oh memeknya ibu sangat enak di entot….Iful…kontolmu juga sangat besar….rupanya ibu tiara udah tidak memikirkan lagi norma2..yang ada hanya lah nafsu birahinya yang harus dituntaskan ngentot….berulang-ulang ku pompa memeknya dengan kontolku….oohh..akhh…Ifull….ku balikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran meja…ku tusuk memeknya dari belakang bleesssssssss… Ohhhhh….teriak Ibu Tiara…kuhujam sekeras-kerasnya kontolku…tanganku remas2 dadanya ….aku liat dari belakang sangat bagus gaya ibu tiara nungging ini, tanpa melepas daster dan jilbabnya..kutusuk terus …sleeeepp….sleeps ngentot memek nikmat
Hingga kurang lebih setengah jam ibu tiara bilang…Iful….ibu udah nggak tahan…..sabar bu bentar lagi saya juga……Ujarku…Oh…ohhhh…ufmpghhh …Iful…ibu mau keluarrrr…achhhh……semakin kencang dan terasa memeknya menjepit kontolku dan oohhhhh…ku rasakan ada semacam cairan panas yang menyirami kontolku di dalam memeknya….semakin kupercepat gerakan menusukku…slep….slurp…bleeppp… . oh Ibu aku juga dah mo sampai neh…..cepat Iful…ibu bantu….oho….uhhhhh….ibu tiara menggoyangnya lagi…dan akhirnya Ibu….aku mo keluararrrrr…..sama2 yang Iful….ibu juga mo keluar lagi…teriaknya…dan….Ohhh…ngentot ack….ngentot .ahhhhh..aku dan ibu tiara sama –sama keluar…kumuncratkan sperma hangatku dalam memek ibu tiara.dan sejenak kulihat di memeknya terlihat becek dan banjir…
Setelah ngentot ,hening sejenak…ku cabut kontolku dan kupakai celana pendek setelah itu ibu tiara merapikan Daster dan jilbabnya…langsung aku minta maaf kepadanya…
Bu..mohon maaf ..Iful khilaf.’kataku.
Tidak apa2 kok iFul…ibu juga yang salah…yang menggoda Iful “ujarnya…
Aku langsung pamitan kembali ke rumahku sebelah dan mandi siap2 kerja…setelah mandi kulihat ibu tiara sedang menjemur pakaian…tapi jelas didalam daster ibu tiara tidak memakai celana dalam karena terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai mendekati jam 10 pagi..
Sebelum aku pergi ku sempatkan pamitan ke ibu tiara dan dia tersenyum …tidak tau apakah ada artinya atau tidak.
Sejak kejadian itu, aku sering menyelinap masuk ke kamar Ibu Tiara untuk meminta jatah ngentot yang jelas tanpa sepengetahuan suaminya.
Menikmati Tubuh Semok Tante Lena
Ngentot tante lena, cerita dewasa nikmatnya ngeseks bareng tante girang – Perkenalan namaku Boni, tinggiku 169 cm dan berat badanku 52 kg. Aku saat ini kuliah disalah satu universitas ternama di Kotaku.
Saat aku lulus di SD aku mendapat nilai yang sangat memuaskan. Seperti janji ayahku kalau nilaiku baik aku akan dikirim di luar kota yang pendidikannya lebih baik. Disana aku dititipkan dirumah pamanku, om Hendri. Dia orang yang sangat kaya. Rumahnya sangat megah tapi terletak disebuah desa pinggir kota. Rumahnya terdapat dua lantai. Om Hendri orangnya sangat sibuk, dia mempunyai istri yang sangat cantik namanya Tante Lena, wajahnya mirip dengan salah satu Artis Ibukota. Dia mempunyai anak yang masih kecil. Tante Lena rajin merawat tubuhnya, walapun dia sudah mempunyai satu anak tubuhnya tetap padat berisi ditunjang dengan toket yang sangat montok kira kira 34B. Hal itu yang membuatku tertarik akan keindahan serta anugrah dari seorang wanita.Sesampainya dirumah Om Hendri. Aku memasuki pintu rumah yang besar. Disana aku disambut oleh Om Hendri dan istrinya. Om Hendri menjabat tanganku sedangkan Tante menciumku. Aku agak sungkan dengan perlakuan seperti itu. Pembantu disana disuruh membawakan tasku dan mengantarkan sampai di kamarku. Aku mendapat kamar yang 3 kali lipat dari kamar tidurku dirumah. Setelah itu aku berkeliling rumah, sempat melihat kamar mandi yang tak terbayang olehku. Disana terdapat tempat cuci tangan dengan cermin yang besar WC, bathup, dan dua shower yang satu dengan kaca buram sedangan yang satu dengan kain yang diputarkan membentuk 1/4 lingkaran (sorry aku nggak tahu namanya). Tempat itu masih dalam satu ruangan tanpa penyekat.
Sore hari, aku duduk ditepi kolam. Om Hendri datang menghampiriku dia bilang mau pergi keluar kota. Dia juga mohon maaf tidak bisa menemaniku. Kami pun mengantarkan sampai pagar rumah. Setelah itu aku kembali duduk menikmati suasana sekeliling Rumah dan Kolam renang. Tiba tiba dari belakang muncul sosok yang sangat menawan. Tante dengan balutan piyama menghampiriku.
“Bon kamu suka nggak ama rumah ini”
“Suka banget Tante, kayaknya aku kerasan banget dengan rumah ini tiap sore bisa renang”
“Kamu suka renang, yuk kita renang bareng, pas waktu ini udara sangat panas”
Wahh kebetulan aku bisa renang ama Tante yang bahenol. Waktu bertemu pertama kali aku cuma bisa membayangkan bentuk tubuhnya waktu renang dengan balutan swimsuit. Tapi ketika dia berdiri. Dia membuka piyamanya. Kontan aku tersedak ketika dia hanya memakai Bikini yang sangat sexy dengan warna yang coklat muda. Model bawahannya G-string.
“Huhuukk.. Aduh Tante aku kira Tante mau telanjang”
“Enak aja”
“Tante nggak malu dilihatin ama satpam Tante, Tante pake bikini seperti ini”
“Ihh ini sudah biasa Tante pake bikini kadang ada orang kampung ngintip Tante”
“Benar Tante.. Tapi sayang aku lupa bawa celana renang”
“Ah.. Nggak apa apa pake aja dulu celana dalam kamu. Nanti aku suruh bi’ Imah suruh beli buat kamu, yuk nyebur..” segera Tante menyeburkan dirinya. Dengan malu malu aku membuka bajuku tapi belum buka celana. Aku malu ama Tante. Lalu dia naik dari kolam. Dia mendekatiku
“Ayo cepet.. Malu ya ama Tante nggak apa apa. Kan kamu keponakan Tante. Jadi sama dengan kakak perempuan kamu.”
Waktu dia mendekatiku terlihat jelas putingnya menonjol keluar. Maklum nggak ada bikini pake busa. Aku melirik bagian toketnya. Dia hanya tersenyum.
Setelah itu dia kembali menarikku. Tanpa basa basi dengan muka tertunduk aku melorotkan celana dalamku. Yang aku takutkan kepala adikku kelihatan kalau lagi tegang menyembul dibalik celana dalamku. Setelah melepas celanaku langsung aku berenang bersama Tante.
Setelah puas renang aku naik dan segera ke kamar mandi yang besar. Aku masuk disana ketika aku ingin menutupnya, tidak ada kuncinya jadi kalau ada orang masuk tinggal buka aja. Aku segera bergegas tempat dengan penutup kain. Aku tanggalkan semua yang tertinggal ditubuhku dan aku membilas dengan air dingin. Ketika hendak menyabuni tubuhku. Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata Tanteku yang masuk. Kontan aku kaget aku berusaha agar tidak ketahuan. Ketika dia membuka sedikit tempatku aku spontan kaget segera aku menghadap ke belakang.
“Ehh.. Maaf ya Bon aku nggak tahu kalau kamu ada didalam. Habis nggak ada suara sih”
Langsung segera wajahku memerah . Aku baru sadar kalau Tante sudah menanggalkan bikini bagian atasnya. Dia segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu waktu tubuhku menghadap kebelakang tapi kepalaku lagi menoleh kepadanya.
“Maaf.. Juga Tante.. Ini salahku” jawabku yang seolah tidak sadar apa yang aku lakukan. Yang lebih menarik telapak tangan Tante tidak cukup menutupi semua bagiannya. Disana terdapat puting kecil berwarna cokelat serta sangat kontras dengan besarnya toket Tante.
“Tante tutup dong tirainya, akukan malu”
Segera ditutup tirai itu. Dengan keras shower aku hidupkan seolah olah aku sedang mandi. Segera aku intip Tanteku. Ternyata dia masih diluar belum masuk tempat shower. Dia berdiri didepat cermin. Disana dia sedang membersihkan muka, tampak payudaranya bergoyang goyang menggairahkan sekali. Dengan sengaja aku sedikit membuka tirai supaya aku dapat melihatnya. Aku bermain dengan adikku yang langsung keras. aku ngocok kontol dengan sabun cair milik Tante. Ketika aku intip yang kedua kali dia mengoleskan cairan disekujur tubuhnya. Aku melihat tubuh Tante mengkilap setelah diberi cairan itu. Aku tidak tahu cairan apa itu. Dia mengoleskan disekitar payudaranya agak lama. Sambil diputar putar kadang agar diremas kecil. Ketika sekitar 2 menit kayaknya dia mendesis membuka sedikit mulutnya sambildia memejamkan mata. Sambil menikmati pemandangan aku konsentrasikan pada kocokanku dan akhirnya.. Crot crot..
spermaku tumpah semua ke CD bekas aku renang tadi. Yang aku kagetkan nggak ada handuk, lupa aku ambil dari dalam tasku. Aku bingung. Setelah beberapa saat aku tidak melihat Tante di depan cermin, tapi dia sudah berada di depan shower yang satunya. Aku tercengang waktu dia melorotkan CDnya dengan perlahan lahan dan melemparkan CDnya kekeranjang dan masuk ke shower. Setelah beberapa kemudian dia keluar. Aku sengaja tidak keluar menunggu Tanteku pergi. Tapi dia menghampiriku.
“Bon koq lama banget mandinya. Hayo ngapain didalam”
Kemudian aku mengeluarkan kepalaku saja dibalik tirai. Aku kaget dia ada dihadapanku tanpa satu busanapun yang menempel ditubuhnya. Langsung aku tutup kembali.
“Boni malu ya, nggak usah malu akukan masih Tantemu. Nggak papalah?”
“Anu Tante aku lupa bawa handuk jadi aku malu kalau harus keluar”
“Aku juga lupa bawa handuk, udahlah kamu keluar dulu aja. Aku mau ambilkan handukmu.”
Tante sudah pergi. Akupun keluar dari shower. Setelah bebrapa menit aku mulai kedinginan yang tadi adikku mengeras tiba tiba mengecil kembali. Lalu pintu terbuka pembantu Tante yang usianya seperti kakakku datang bawa handuk, akupun kaget segera aku menutupi adikku. Dia melihatku cuma tersenyum manis. Aku tertunduk malu. Setelah dia keluar, belum sempet aku menutup auratku Tanteku masuk masih tetap telanjang hanya aja dia sudah pake CD model g-string.
“Ada apa Tante. Kok masih telanjang” jawabku sok cuek bebek padahal aku sangat malu ketika adikku berdiri lagi.
“Sudah nggak malu ya.., anu Bon aku mau minta tolong”
“Tolong apa Tante koq serius banget.. Tapi maaf ya Tante adik Boni berdiri”
Dia malah tertawa.”Idih itu sih biasa kalau lagi liat wanita telanjang” jawab Tante.
“Begini aku minta Boni meluluri badan Tante soalnya tukang lulurnya nggak datang”
Bagai disambar petir . Aku belum pernah pegang cewek sejak saat itu. Pucuk dicinta ulam tiba.
“Mau nggak..?
“Mau Tante.”
Segera dia berbaring tengkurap. Aku melumuri punggung Tante dengan lulur. Aku ratakan disegala tubuhnya. Tiba tiba handukku terlepas. Nongol deh senjataku, langsung aku tutupi dengan tanganku
“Sudah biarin aja, yang ada cuma aku dan kamu apa sih yang kamu malukan.”
Dengan santainya dia menaruh handukku kelantai.
“Tubuh Tante bagus banget. Walaupun sudah punya anak tetap payudara Tante besar lagi kenceng”
Aku berbicara waktu aku tahu payudaranya tergencet waktu dia tengkurap. Dan dia hanya tersenyum. Aku sekarang meluluri bagian pahanya dan pantatnya.
“Bon berhenti sebentar”
Akupun berhenti lalu dia mencopot CDnya. Otomatis adikku tambah gagah. Aku tetap tak berani menatap bagian bawahnya. Setelah beberapa waktu dia membalikkan badan ke arahku. Lagi lagi aku tersedak melihat pemandangan itu.
“Boni Adikmu lagi tegang tegangnya nih kayaknya sudah hampir keluar nih.”
Lalu dia menyuruh aku mengolesinya dibagian payudaranya. Dia suruh aku supaya agak meremas remasnya. Aku pun ketagian acara itu disana aku melihat puting berwarna coklat muda lagi mengeras. Kadang kadang aku senggol putingnya atau aku sentil. Dia memekik dan mendesah seperti ulat kepanasan.
“Bon terus remas.. Uhuhh remes yang kuat”
“Tante kok jarang rambutnya dimemek Tante. Nggak kaya Mbak Ana” aku bertanya dan dia hanya tersenyum ketika tanganku beralih di daerah vagina.
Ketika aku menyentuh memek Tante yang jarang rambutnya. Aku gemetar ketika tanganku menyentuh gundukan itu. Belum aku kasih lulur daerah itu sudah basah dengan sendirinya. Aku disuruhnya terus mengusap usap daerah itu, kadang aku tekan bagian keduanya.
“Bon pijatanmu enak banget.. Terus..”
Setelah aku terus gosok dengan lembut tiba tiba Tante menegang. Serr serr, aku mencari sumber bunyi yang pelan tapi jelas. Aku tahu kalau itu berasal dibagian sensitif Tante. Lalu dia terkulai lemas.
“Makasih ya atas acara lulurannya. Untung ada kamu. Ternyata kamu ahli juga ya”
“Tentu Tante, kalau ada apa apa bisa andalkan Boni”
Lalu dia pergi dari kamar mandi itu. Aku memakai handuk untuk menutupi bagian tubuhku. Aku mengikutinya dari belakang. Ternyata dia berjalan jalan dirumah tanpa sehelai benang pun. Aku pun segera masuk ke kamar tidur yang dipersiapkan, tenyata ada pembantu yang tadi mengambilkan handuk sedang menata pakaianku ke dalam almari.
“Den, Boni, tadi kaget nggak ngeliat ibu telanjang” sebelum aku jawab.
Dia memberitahukan kalau Tante itu suka telanjang dan memamerkan tubuhnya ke semua orang baik perempuan maupun laki laki tapi tidak berani kalau ada suaminya. Pembantu itu juga memberitahukan kejadian yang aneh dia sering renang telanjang dan yang paling aneh kadang kadang ketika dia menyirami bunga dia telanjang dada di depan rumah tepatnya halaman depan, padahal sering orang lewat depan rumah.
“Sudah ganti sana CD ada didalam almari itu tapi kayaknya anunya den Boni masih amatir” dia menggodaku.
Setelah melewati beberapa hari akupun sering mandi sama Tante bahkan hampir tiap hari. Semakin dipandang tubuhnya makin oke aja. Itu semua pengalaman saya hidup dirumah Tante Lena yang aduhai. Tapi aku kecewa waktu aku meninggalkan rumah itu. Aku disana belum genap satu tahun. Karena harus balik lagi ke rumah karena ayah ibuku bekerja diluar kota dan aku harus tunggu bersama kakakku Ana.
Cerita Istriku Threesome
Aku seorang suami umur 39 tahun dan istriku berumur 40 tahun. Kami mempunyai anak 2 orang, 1 perempuan dan satu laki-laki. Walaupun kami sudah berumur tapi kehidupan sex kami sangat memuaskan. Kami selalu ngentot. Istrku memang berumur 40 tahun tapi bodynya tanggung sexy dan terawat masih kelihatan seperti umur 30 tahun.
Aku berpikir untuk memberikan sesuatu yang lain kepada istriku, yaitu aku inginkami ngentot dengan satu orang lain, bertiga/ threesome. Dan ini aku sampaikan kepada istriku sebut saja namanya Rina. Namaku sendiri Ricky. Pertama-tama Rina tidak setuju, tetapi setelah ku bujuk-bujuk kukatakan.
“Mah, ini kita lakukan untuk happy kita saja sayang”.
“Yah, pah tapikan saya malu ngentot dengan orang yang belum pernah saya kenal”.
“OK, sayang lupakan semua, yang penting saat itu kita mencapai kepuasan. Bagaimana sayang?”, setelah kubujuk akhirnya Rina setuju.
“Terserah papah ajalah.”
Aku lalu mencium istrku, dan malam itu kami ngentot dan kami melakukannya sampai pagi.
Waktu berjalan terus, sementara aku terus mencari orang yang cocok untuk kami aja bergabung. Suatu hari aku berkenalan dengan seorang guru instruktur senam di kota kami. Namanya Herman. Orangnya ganteng umurnya masih 26 tahun badanya pun sangat atletis. Beberapa kali pertemuan aku menyampaikan apa rencana kami kepada Herman, dan kulihat dia tidak terkejut.
“Biasa Mas, aku pernah melakukan ini dengan pasangan lain,” cerita herman. Oh aku sangat senag sekali, ternyata Herman sangat berpengalaman. Maka kami ataur rencana, Ini akan kami lakukan disalah satu hotel terkenal dikota kami.
Hari Sabtu siang Rina dan aku ngobrol berdua diruang tamu.
“Mah, aku kok rasanya kepengen kita tidur dihotel berdua saja malam ini”, Rina menyambut dengan hangat.
“Boleh juga tuh Mas, hitung-hitung bulan madu,” katanya.
Kami sepakat memilih Hotel “S” untuk menginap nanti malam.
Sesampai dihotel setelah menyelesaikan administrasi hotel, lalu kami masuk kamar hotel. Rina langsung rebahan diatas tempat tidur yang cukup besar. Sedangkan aku masuk kedalam kamar mandi untuk menelpon Herman, dan kami beri tahu nomor kamar dan jam berapa dia harus datang.
Didalam kamar aku dan Rina ngobrol dan sekali sekali kami berciuman, Aku meremas toket Rina dari balik bajunya sambil terus menciumi leher jenjangnya. Rina mendesah, “aaahh… mas…..” sambil berciuman tanganku masuk kebalik baju yang dipakainya.
“Mas?…… aku mau kontol Mas…!” Rok yaand dipakai Rina sudah naik sampai memperlihatkan paha Rina yan mulus dan putih, Dan tanganku mengelus-elus lembut memek Rina dari balik celana dalamnya dan aku merasakan cairan kemaluan istriku sudah mulai keluar… yah… oh…. terus Mas….. yahhh… atatasnya sayang…”
Tiba2 pintu diketuk dari luar. Kami buru2 merapihkan pakain kami, biasa Rina sambil ngomel,”siapa sih, ngegangu aja?”
Aku membuka pintu, Herman sudah didepan pintu dengan kaos ktetnya memperlihatkan tubuhnya yang atletis.
“Siappa pah?” tanya istrku dari dalam.
“Ini kenalkan teman papah, tadi telpon kebetulan dia ada di hotel ini, jadi papah suruh mampir saja.”
“Ini Rina istriku,”
“Aku Herman mbak,” sambil menyalami istriku.
Istriku banyak diam, mungkin kesel karena nanggung tadi. Sambil memeluk Rina aku berkata kepada Rina.
“Mah, Herman ini yang akan bergabung dengan kita untuk ngentot threesome. Rina sedikit kaget, tapi setelah kutenangkan dia dapat menerimanya. Sambil ngobrol sekali-kali aku mencium Rina, pertama-tama Rina sanagt risih, tapi lama lama aku dapat merasakan Rina mulai terbiasa, malah membalas ciuman aku. Herman tersenyum melihat kami berciuman. Aku melihat istriku melirik Herman pada saat kami berciuman. Hernan masih duduk disofa sementara kami duduk dipinggir tempat tidur berpelukan menghadap kesofa dimana Herman duduk. Samil berciuman aku meraba-raba paha mulus istriku. Dan Rina melebarkan kakinya sehingga Herman dapat dengan jelas melihat paha bagian dalam Istriku dan celana dalam Rina. Herman berdiri menghampiri kami dan jongkok didepan kami. Sementara aku dan Rina terus berciuman dan pelan aku membuka satu persatu kancing kemeja Rina, dan terbukalah dadanya dengan BRa warna hitamnya. Tiba-tiba Rina tersentak, Rupanya Herman menciumi paha istriku, Rina menegang jilatan Herman terus merambat keatas menyentuh celana dalam istriku. Sementara aku sudah melepas beha Rina dan menciumi sambil menjilati puting toket nya.
“ooooohhh…ngentot.. yahhhhhh… enak enak Her……jilati memek mbak Her…???” MUlut istriku terus merengek-rengek meminta Herman untuk menjilat memeknya. Aku merebahkan Rina ditempat tidur sementara kakinya masih menjuntai kebawah dan Herman terus menjilat dan menciumi selangkangan istriku. Rina melebarkan kakinya dan meminta Herman untuk membuka celana dalamnya.
“Iyah…. terus Her…. buka celana dalam Mbak…. jilati memek mbak oooohh…. Mbak mau kontol ngaceng mu…….”
Herman lalu membuka celana dalam Rina….. dan kelihatanlah memek istriku dengan bulu yang rapih terawat dan berkilat, menandakan Rina sudah sangat terangsang.
Istriku sekarang sudah telanjang didepan dua laki-laki yang siap untu memberikan kepuasan kepadanya. Rina tergolek pasrah sementara kakinya tetap menapak di lantai sehingga memeknya menjadi lebih kelihat menonjol keatas. Herman berdiri lalu membuka kaosnya, kelihatan dadanya yang bidang ditumbuhi bulu, Istriku memeandang nanar, Herman juga membuka celana panjangnya. Otomatis Herman hanya memakai celana dalam saja, dan kontolnya yang belum tegang menonjol dan kelihatan jelas dimata istriku. Dan Rina terus melihat kebawah. Sambil berkata “Her…?Mbak mau ngentot sama kontol kamu! Puaskan Mbak Her……..” Rina Bangkit dari tempat tidur lalu jongkok didepan Herman.
Istriku menciumi kontol Herman dengan bernafsu….. lalu Rina menurunkan celana dalam Herman, maka kelihatanlah kontol ngaceng Herman begitu dekatnya denga muka Istriku. Rina menjilati kontol Herman mulai dari pangkal sampai ujungnya. Terus berulang-ulang.
“ohhhhh…ngentot. enak Mbak …. enak sekali lidah kamu Mbak..” erang Herman. Istriku memasukan kontol ngaceng Herman kedalam mulutnya berulang kali.
“Ahhhhh ngentot enak….. sekali Mbak” sambil tangan Rina mengocok-ngocok kontol Herman. Lalu Herman menngajak Rina berdiri. Lalu mereka berciuman sambil berdiri shhhhh…suara ciuman mereka sampai kekupingku aku terpancing, lalu menghampiri mereka. sambil jongkok dibelakang Rina, aku menciumi pantat rina sambil tanggan ku meraba-raba memek istriku yang sudah basah…. merekaterus berpelukan sambil berciumana sementara aku menciumu pantat istriku……….
Tiba-tiba rina istriku menungging mengapai kembali kontol Herman dan dimasukannya kedalam mulut “acchhhhhh ngentot nikmat, Herman mengerang…. sementara aku menjilati memek Rina dari belaakng, sekali jari-jariku keluar masukan kedalam memek RIna.
“yahhhhh… terus Mas… masukkan jarinya Mas… Rin… ga tahan…… terus… yang dalam……… Entot saya…. her….. Mbak Mau kontolmu… masukkan kontol kamu kedalam memek MBak….. aaaccchhh…ngentot ssssssssshhhh..”
Kami berganti posisi. Aku rebahan di kasur sementara istriku menungging sambil menjilati kontol ku….. dari belakang Herman sudah siap-siap memasukan kontolnya yang sudah tegang kedalam memek istriku. Heramn mengosok-gosokan kontolnya kebelahan memek istriku.
“yahhh…. masukan Her ,kita ngentot… Mbak sudah ga kuat…ngentot…. entot Mbak Her… Puaskan Mbak…..” pelan kepala kontol Herman mulai masuk kedalam memek Rina ….,
“sssshhhh…” Rina menegang ketika kontol Herman yang sudah tegang pelan-pelan masuk kedalam memeknya istriku.herman ngentot istriku. Herman berhenti sebentar, lalu pelan kembali menekan kontolnya masuk kedalam memek Rina kembali .Tubuh istriku bergetar…. ssshhhhh…ngentot.. ohhhhhh… enak sekali her….. masukan terus yang dalam oooohhhhh hangat…. kontolmu hangat sekali Her……..”
“yahhh…Mbak ?…memekmupun berdenyut Mbakk…..” herman pelan menarik keluar kontolnya dan memasukannya kembali.
“Accchhhhh….. terus Her… yang kuat terus….. entot Mbak…… siram rahim Mbak dengan sperma kamu…nikmat ngentot..” Herman semakin memaju kontolnya dan semakain cepat…… mbakkk…. mau keluar Her……ngentot… oh… mBak ga tahan…. Mbak ga tahan…ngentot….” istriku menggelepar-gelepar.
“Oohhhh…ngentot acccchhhh….. saya keluar…. saya keluar….. ahhhhhhhhhhhhhh…ngentot……” istriku menegang, sementara Herman terus memaju kontolnya keluar masuk memek istriku. Istriku RIna tengkurap ditempaat tidur nafasnya memburu, sementara Herman tetap diatas tubuh Rina dan membiarkan kontolnya tetp tertancap didalam memek istriku sambil merasakan denyutan memek Rina meremas remas kontolnya. Lalu pelan pelan Herman mencabut kontolnya dan kembali memasukannya. Rina tersentak, “ohhh…. enak sekali ngentot kontolmu Her… ohhhh… terus… Her…. Mbak mau ngentot Lagi…… Mbak mau kontol mu lagi……….. Mbak mau di entot berdiri….. Ayo….. Mas entot saya…. puaskan saya……… Rina mau ngentot sama kalian berdua….”
Rina berdiri di peluk Herman dari belakang sementara aku jongkok menjilati memek Istriku yang sudah sanagt basah, sambil menjilati memek nya jariku masukan kedalam.
“Yaahhhh enak Mas… terus jilati memek Rin……” Herman dan Rina berciuman…. sementara aku terus menjilati memek Rina. Kontolku semakin menegang aku sudah ga tahan, lalu aku melebarkan kaki Rina sambil berdiri aku memasukkan kontolku kedalam memeknya. Berdiri adalah posisi favorit istriku. Aku memutar-mutar pantataku sehingga jembutku bergesekan dengan itil bagi atas istriku.
“Oohhhh yyahhhhh…. kena mas… gesek-gesek terus… oohhhhh enak mas….. kontolnya….. ayoh Mas kita keluarkan sama-sama……. rina hampir…. achhhhh…”
Rina terus mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berciuman dengan Herman sementara aku terus memacu kontolku semakin cepat. Herman terus meremas-remas tetek Istriku.
“Aachhhhhh…. oohhh. ngentot. aku keluar mas……. mbak keluar lagi Her…… ohh enakks…” Seeerrrr. Aku ikut menegang dan Crottttt……… kami berdua keluar bersama-sama.
“Ohhhhhh….” istriku terkulai dipelukan Herman.
“Achhhh.. ohhh..” aku mencabut kontolku dari memek Rina, sementara Rina masih terkulai dipelukan Herman. Kedua tangan Rina merangkul lehar Herman. kontol Herman masih sangat tegang karena memang dia belum keluar,
“Sambil berbisik… Mbak aku mau ngentot mbak… aku belum keluar… ahhh. Apa masih kuat mbak…?” tetap merangkul Herman lalu istriku mencium bibir Herman, sambil bergayut dia melingkarkan kakinya kepinggang Herman.
“Blessssss….” masuklah kembali kontol Herman kedalam memek Istriku, sambil berdiri mereka berpacu mencapai puncak kenikmatan.
“Yahhhhh ngentot…. enak kontolmu Her….. terus masukan yang dalam… kontolmu hangat…… puaskan mbak” mereka berpacu semakin cepat.
“Her mbak gak kuat mau keluar lagi….. achhhhhh……”
aku suruh herman muncratin spermanya dalam memek istriku.
“Iyah aku juga mau oooohohhhh… achhhhhh… terus… mbak keluar….. ohhhhhhh crooottttachhhhhhh”.
Kedua tubuh itu menegang dan berpelukan sangat eratnya. nikmatnya ngentot.
sungguh nikmat sekali ngentot istriku dan menyaksikan istriku di entot laki lain buatku makin gairah.
apalagi saat memek istriku di muncratin sperma lelaki lain
NIKMATNYA SEX DENGAN ISTRI DAN TEMEN ISTRIKU
Makanya, sewaktu kenalan sama si Witta ini, gue sama sekali ngga ada pikiran yang macem-macem. Sampai lama-kelamaan isteri gue mulai akrab sama si Witta. Mereka sering pergi sama-sama. Nah, suatu hari, si Witta telpon isteri gue buat ngasih tau bahwa dia sekeluarga lagi dapet voucher menginap satu malem di sebuah Hotel bintang lima di Jakarta. Dia suruh isteri gue dateng buat nyobain fasilitas-fasilitas yang disediain hotel tersebut. Nah, karena ada kesempetan buat berenang, fitness, dll gratis, maka gue berdua ngga menyia-nyiakan kesempatan deh. Siangnya gue berdua nyusul ke hotel tersebut. Sesampainya di sana, gue berdua langsung menuju ke kolam renang, karena si Witta udah janjian nunggu disitu. Bener aja, begitu ngeliat gue berdua dateng, si Witta langsung manggil-manggil sambil melambaikan tangannya."Hai In, Ric..."
"Hai Wit.....mana suami sama anak loe?"tanya isteri gue.
"Biasa, dua-duanya lagi tidur siang tuh..."kata si Witta."Eloe berdua aja...mana anak loe?" "Ngga ikut deh, Wit... abisnya repot kalo ngajak anak kecil" kata gue.
"Ya udah, sekarang gimana, elu berdua mau berenang ga? Atau mau Fitness aja?"
"Langsung Fitness aja deh, Wit" Gitu deh, setelah itu kita bertiga langsung menuju ke tempat Fitnessnya. And setelah ganti baju di locker room, kita bertiga mulai berfitnes-ria. Asik juga sih, sampai-sampai ngga terasa udah hampir tiga jam kita fitness. Wah, badan rasanya udah capek bener nih. Setelah selesai kita bertiga terus bilas di ruang ganti, dan langsung menuju ke ruang Whirpool. Nah, sampe disini kita bertiga bingung, sebab ruang whirpoolnya ternyata cuma satu. Wah gimana nih? Tapi akhirnya kita coba2 aja, and ternyata bener, cewek sama cowok jadi satu ruangannya. Wah, malu juga nih...apalagi si Witta, soalnya kita bertiga cuma dililit sama kain handuk. Setelah masuk ke dalem, gue tertegun, karena di dalam gue lihat ada cewek yang dengan santainya lagi jalan mondar-mandir dalam keadaan.....bugil. Wah....gawat nih. Setelah gue lirik, ternyata si Witta juga lagi ngeliatin tuh cewek yang kesannya cuek banget. Selagi kita bertiga bengong-bengong, tau-tau kita disamperin sama locker-girlnya.
"Mari mbak, mas,...handuknya saya simpan" kata si Mbak locker itu dengan suara yang halus. "Ha?.. disimpan.....?" tanya gue sambil kebingungan.... "hi-hi-hi....iya, mas, memang begitu peraturannya,...biar air kolamnya ngga kotor.." sahut si Mbak dengan senyum genit. "Wah...mati deh gue",batin gue dalem hati, masa gue musti berbugil ria di depan satu, dua, tiga...empat orang cewek sih? Sementara itu gue liat isteri gue sama si Witta juga lagi saling pandang kebingungan. Akhirnya gue yang memutuskan,"Hm..gini deh, mbak...kita liat-liat aja dulu....nanti kalo mau berendam baru kita taruh handuknya di sini"
"Iya deh, mas...."kata si Mbak lagi sambil tersenyum genit. Terus dia langsung berbalik jalan keluar ruangan.
Setelah tinggal bertiga, isteri gue langsung memandang si Witta "Gimana nih, Wit?"
Selagi si Witta masih terdiam bingung, isteri gue langsung ngomong lagi "Ya udah deh...kita terusin aja yuk" katanya sambil melepaskan handuknya.
"Udah deh, Wit....buka aja.....ngga apa-apa kok" kata isteri gue lagi.
"Bener nih, In? Terus si Rico gimana?" tanya si Witta sambil melirik malu-malu ke arah gue. Padasaat itu gue cuma bisa pasrah aja, and berdoa moga-moga burung gue ngga sampe bangun. Sebab kalo bangun kan gawat, si Witta bisa tau karena gue cuma dililit handuk doang.
"Ngga apa-apa... anggep aja kita kasih dia tontonan gratis" sahut isteri gue lagi. Gawat juga nih, gue bener-bener ga nyangka kalo isteri gue sebaik ini. Sebab biasanya dia cemburuan banget. Akhirnya pelan-pelan si Witta mau
juga ngelepasin handuknya. Aduh mak...... begitu dia lepas handuknya, gue langsung bisa ngeliat dua buah teteknya yang membulat.... and.... jembutnya yang ... gile..... lebat banget!! Langsung aja gue menelan ludah gue
sendiri....sambil menatap bengong ke tubuh si Witta. Ngelihat keadaan gue yang kayak orang linglung itu, isteri gue langsung tertawa geli. Sementara si Witta masih berusaha menutupi memeknya dengan kedua tangannya.
"Kenapa Ric.....Jangan bengong gitu dong, sekarang eloe yang musti buka handuk luh" kata isteri gue lagi. Busyet.... masa gue disuruh bugil di depan si Witta sih? Tapi karena takut kalau-kalau nanti isteri gue berubah
pikiran, langsung aja deh gue lepas handuk gue. Seiring dengan gerakan gue ngelepas handuk, gue lihat si Witta langsung membuang muka jengah.
"Lho, kenapa Wit.... ngga apa-apa kok,... tadi si Rico juga ngeliatin body luh, sampe terangsang tuh....lihat deh" Kata isteri gue lagi sambil menatap burung gue. Akhirnya si Witta ngelirik juga ke burung gue, and...wah...dasar
burung kurang ajar, begitu diliatin dua orang cewek, perlahan tapi pasti dia mulai bangkit. Pelan-pelan mengangguk-angguk, sampe akhirnya bener-bener tegang setegang-tegangnya. Wah, mokal banget deh, gue...
"Tuh-kan, Wit...benerkan die udah terangsang ngeliatin body luh...."kata isteri gue lagi...... Ngeliat burung gue yang udah tegang bener, akhirnya dua-duanya ngga tahan lagi.. pada tertawa terpingkal-pingkal. Ngedenger suara ketawa mereka, cewek yang sendirian tadi langsung nengok.... and begitu ngeliat burung gue, die juga langsung ikut ketawa.
"Wah, dik.... dia udah ngga tahan tuh...."katanya pada isteri gue, sambil ngelirikin burung gue terus. Akhirnya daripada terus jadi bahan tertawaan, langsung aja deh, gue nyebur ke kolam whirpool. Ngga lama kemudian isteri gue and si Witta nyusul. Akhirnya kita berempat berendam deh di kolam. Tapi ngga lama kemudian si Cewek itu bangun,..."Mbak udahan dulu yah, dik....... MMM... tapi jangan disia-siakan tuh..."katanya sambil menunjuk ke selangkangan gue lagi. Buset nih cewek, rupanya dari tadi die merhatiin kalau burung gue masih tegang terus.
Langsung aja gue berusaha tutupin burung gue pake kedua telapak tangan. Sambil tersenyum genit, akhirnya cewek itu keluar ruangan. Nah, begitu tinggal kita bertiga, isteri gue langsung pindah posisi. Sekarang jadi gue yang ada ditengah-tengah mereka berdua. "Ric .. dari tadi kok tegang melulu sih?" tanya isteri gue sambil
menggengam burung gue. Gue cuma bisa menggeleng aja sambil melirik si Witta. "Ih...keras amat, kayak batu" kata isteri gue lagi. Lalu, tanpa gue duga dia langsung ngomong ke si Witta "Sini deh Wit... mau cobain megang burung suami gua ngga nih?"Haa? Gue sama si Witta jadi terbengong-bengong.
"Bbb....bboleh, In?" tanya si Witta. "Boleh, rasain deh.... keras banget tuh" kata isteri gue lagi. Pelan-pelan, si Witta mulai ngegerayangin paha gue, makin lama makin naik, sampe akhirnya kepegang juga deh, torpedo gue. Wuih, rasanya bener-bener nikmat.
"Iya lho, In.... kok bisa keras begini ya. Pasti enak sekali kalo dimasukin yah, In" kata si Witta lagi sambil terus mengelus-ngelus burung gue. Wah, gue udah ga tahan, tanpa minta persetujuan isteri gue lagi, langsung aja deh, gue tarik si Witta, gue lumat bibirnya.... sambil tangan gue meremas-remas teteknya.
"Akh..." Witta menggelinjang. Langsung gue angkat si Witta dari dalam air, gue dudukin di pinggiran kolam... kakinya gue buka lebar-lebar, and.. langsung deh gue benamin wajah gue ke dalam selangkangannya, sehingga si Witta semakin mengerang-ngerang. Sementara itu isteri gue tetap giat mengocok-ngocok burung gue. Akhirnya karena udah ngga tahan lagi, kita bertiga naik ke pinggiran kolam.
"Gantian dong, Wit.... biar si Rico ngejilatin memek gue, gue juga kepengen nih....." kata isteri gue dengan bernafsu. Karena dia udah memelas gitu, langsung aja deh, gue jilatin memek isteri gue. Gue gigit-gigit kecil clitorisnya sampe dia merem-melek. Witta pun ngga tinggal diam, ngeliat gue lagi sibuk, dia langsung aja meraih burung gue, terus dimasukin ke dalem mulutnya. Wah.....ngga nyangka, ternyata hisapannya bener-bener maut. Rasanya kita bertiga udah ngga inget apa-apa lagi, ngga peduli kalau-kalau nanti ada orang yang masuk.
Setelah beberapa lama, isteri gue ternyata udah ngga tahan lagi. "Ayo, Ric... cepetan masukin......... gue udah ngga kuat lagi nih..." pintanya memelas. Akhirnya berhubung gue juga udah ngga tahan lagi, gue cabut aja
burung gue dari dalem mulut si Witta, terus gue masukin ke dalem memek isteri gue. Akh......bener-bener nikmat, sambil terus gue dorong keluar-masuk. Witta ngga tinggal diam, sambil meremas-remas tetek isteri gue, dia terus ngejilatin buah Zakar gue. Wah... rasanya bener-bener....... RRRUUUAAARRR BBBIIAASA! Ngga lama kemudian, mungkin karena udah terlalu terangsang, isteri gue menjerit kecil.... meneriakkan kepuasan.... sehingga gue merasakan sesuatu yang sangat hangat di dalem lubang memeknya. Ngeliat isteri gue udah selesai, si Witta langsung bertanya dengan wajah harap-harap cemas.."Nggg... sekarang gue boleh ga ngerasain tusukan suami luh, In?"
"Tentu aja boleh, Wit...." jawab isteri gue sambil mencium bibir si Witta. Mendapat lampu hijau, Witta langsung mengambil burung gue yang udah lengket (tapi masih tegang bener) terus dibimbingnya ke dalam lubang memeknya yang ditutupi semak belukar.
"Aaakkkhhhhh...." desis si Witta setelah gue dorong burung gue pelan-pelan."Ayo, Ric.... terus, Ric... I Love You..." keliatannya si Witta bener-bener mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Sambil gue goyang-goyang, isteri gue menjilati teteknya si Witta. "Aduh, In....Ric....I love you both"...Pokoknya selama gue dan isteri gue
bekerja, mulut si Witta mendesis-desis terus. Kemudian, mungkin karena isteri gue ngga mau ngedengerin desisan si Witta terus, akhirnya die bangun dan mengarahkan memeknya ke muka si Witta. Dengan sigap Witta menyambut memek isteri gue dengan juluran lidahnya. Sampai kira-kira sepuluh menit kita bertiga dalam posisi seperti itu, akhirnya gue udah bener-bener ga tahan lagi...dan......AHHHHH.......gue merasakan desakan si Witta mengencang, akhhh.....akhirnya jebol juga pertahanan gue. Dan disaat yang berbarengan kita bertiga merasakan suatu sensasi yang luar biasa.....Kita bertiga saling merangkul sekuat-kuatnya, sampai....... aahhhh...................
Begitulah, setelah itu kita bertiga terkulai lemas sambil tersenyum puas........ "Thank you Rico,...Iin......ini bener-bener pengalaman yang luar biasa buat gue.."
"Hahaha...sama, Ric......gue juga bener-bener merasakan nikmat yang yang ngga pernah gue bayangin sebelumnya. Sayang suami eloe ngga ikut yah, Wit"kata isteri gue....."Gimana kalau kapan-kapan kita ajak suami elu sekalian, boleh ga, Wit?"
"Bener In...ide yang bagus, tapi kita ngga boleh ngomong langsung, In....musti kita pancing dulu.."kata si Witta.
"Setuju" sahut isteri gue..."Gimana Ric.... boleh ga?" Untuk sesaat gue ngga bisa ngejawab....bayangin, masa gue musti berbagi isteri gue sama suaminya si Witta? Rasanya perasaan cemburu gue ngga rela.....tapi, ngebayangin sensasi yang akan terjadi kalau kita main berempat sekaligus... wah......... "Boleh, nanti eloe atur yah, Wit......biar gue bisa ngerasain lagi hangatnya lobang memek loe....haha.."akhirnya gue menyetujui......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar